Unik, Santri di Kudus Ini Gunakan Jam Matahari Untuk Mengetahui Waktu Dzuhur
Kudus - Ada yang berbeda yang dilakukan puluhan santri Ma'had Aly Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus. Pasalnya para santri itu masih melestarikan penggunaan praktik mengoperasikan jam matahari. Penggunaan jam matahari itu, untuk mengetahui waktu shalat zuhur.
Puluhan santri tersebut mempraktekan jam matahari. Kali ini, mereka mempraktekan di Al Aqsha Menara Kudus.
Pakar falak Ma'had Aly TBS Noor Aflah mengemukakan di antara metode penentuan awal waktu shalat yang menarik untuk dikaji dan ditelisik. Metode jam matahari atau sering disebut "sundial". Metode Sundial merupakan instrumen falak yang sederhana, tetapi akurasinya terjaga. Bahkan dalam catatan sejarah, "sundial" merupakan jam tertua dalam peradaban manusia.
"Jam ini telah dikenal sejak tahun 3.500 Sebelum Masehi. Pembuatan jam matahari di dunia Islam dilakukan oleh Ibnu al-Shatir, seorang astronom muslim (1304-1375 M)," ungkap Noor Aflah.
Ia mengatakan "sundial" merupakan alat tradisional penunjuk waktu yang mengandalkan pergerakanan sinar matahari. Prinsip kerja jam ini, yaitu dengan menunjuk berdasarkan letak matahari dengan cara melihat bayangan matahari.
"Di Indonesia jam matahari biasanya dibuat dari tongkat atau semen serta sejenisnya dan ditempatkan di daerah terbuka agar mudah terkena sinar matahari, " kata dia.
Lanjut dia, kegunaan lain dari jam matahari tersebut saat ini telah dibuat inovasi derajat 0-360 derajat. Hal itu untuk bisa untuk mengetahui arah kiblat.
"Selain itu bisa untuk azimut bulan atau matahari ketika praktik rukyat," ujarnya.
Sementara itu, Mudir Ma'had Aly TBS Kiai Ahmad Faiz menambahkan jam matahari akan tetap diajarkan kepada para santri Ma'had Aly TBS. Hal itu sudah termuat dalam "takhassusnya" adalah ilmu falak.
"Ini peralatan yang telah diwariskan para leluhur dari generasi ke generasi. Selain peralatan-peralatan falak modern, peralatan tradisional juga akan kami berikan," kata Kiai Ahmad Faiz.
Ia menjelaskan pembelajaran jam matahari dalam rangka menjaga keilmuan mewarisi segala bentuk yang ada dari nenek moyang. Sehingga nantinya dapat mengetahui sejarah keilmuan. Pembelajaran soal jam matahari sudah diterapkan mulai dari Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, hingga Ma'had Aly.
"Harapannya kami ingin semua kalangan menggunakan keilmuan yang ada, termasuk di masjid dipasang jam matahari tersebut," pungkasnya.

Komentar
Posting Komentar